Termangu
Tatapan itu kosong
Sejenak Melamun
Tertunduk kepala itu
Tertutup sudah wajahnya
Dalam hiasan rambut halusnya
Terpaku tag bergerak
Sunyi kian menemani
Kala itu siang hari
Tiba2 terdengar untaian puisi
Terucap dari dalam hati
Semakin lama
Suara itu kian nyaring
Dalam Sekejap
Degup jantungnya kian terasa
Hati itu sedang berpuisi
Melontarkan setiap kata dalam tanya
Mengapa??
Mengapa??
Entah
Berat sungguh terasa
Ucapan yang penuh makna
Dalam setiap untaian katanya
Seketika
kupu-kupu terbang menghampirinya
Seakan - akan hendak bertanya
Tag sepatah katapun terucap darinya
Serentak
Sepasang kaki menghentak
Diapun berteriak
Hati itu berpuisi kembali
Bernuansa alunan melodi
Melantunkan senandung kepiluan
Menjerit dalam kesedihan
Hanya ada satu kata
Tertanam dalam hatinya
Bahwa dia sedang kecewa
Original Poemz By : Carinz Totsky
Created : (Jember, 02-08-2010)
Tatapan itu kosong
Sejenak Melamun
Tertunduk kepala itu
Tertutup sudah wajahnya
Dalam hiasan rambut halusnya
Terpaku tag bergerak
Sunyi kian menemani
Kala itu siang hari
Tiba2 terdengar untaian puisi
Terucap dari dalam hati
Semakin lama
Suara itu kian nyaring
Dalam Sekejap
Degup jantungnya kian terasa
Hati itu sedang berpuisi
Melontarkan setiap kata dalam tanya
Mengapa??
Mengapa??
Entah
Berat sungguh terasa
Ucapan yang penuh makna
Dalam setiap untaian katanya
Seketika
kupu-kupu terbang menghampirinya
Seakan - akan hendak bertanya
Tag sepatah katapun terucap darinya
Serentak
Sepasang kaki menghentak
Diapun berteriak
Hati itu berpuisi kembali
Bernuansa alunan melodi
Melantunkan senandung kepiluan
Menjerit dalam kesedihan
Hanya ada satu kata
Tertanam dalam hatinya
Bahwa dia sedang kecewa
Original Poemz By : Carinz Totsky
Created : (Jember, 02-08-2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar