Hujan . . .
Kala itu kau datang tanpa permisi
Menempatkanku pada posisi ini
Siapa menyangka tetesan airmu meruntuhkan semuanya
Hanya secarik kertas yang menemaniku kala itu
Sepoi2nya angin berhembus begitu saja
Menambah dinginnya kalbu yang hendak beku
Kala itu kau turun begitu derasnya
Hingga tak ada kemampuan yang bisa menghentikanmu
Hujan . . .
Aku tau kau datang tidak tepat waktu
Tapi kuhargai semangatmu kala itu
Namun lambat laun kau mulai lemah
Hanya suara rintik-rintik yang kini kudengar
Namun aku teta[ melambaikan tangan
Dan terus kutorehkan tinta ini di atas kertas
Hingga habis tinta terakhir yang bisa kutulis
Lalu memulai kembali cerita bagian awal
Original poemz By Carinz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar